Dinamika Internal Organisasi Mahasiswa; Sebuah Catatan Pengingat
Organisasi
mahasiswa pada dasarnya menjadi sebuah wadah mempertajam kemampuan minat dan
bakat yang dimiliki oleh mahasiswa itu sendiri, baik secara akademis maupun
nonakademis. Perkembangan organisasi mahasiswa dewasa ini sangat kompleks dan
tidak stabil, yakni terdapat banyak komponen didalamnya dan selalu menghadapi
perubahan yang dinamis dengan secercah harapan bahwa setelah lulus dari kursi
perkuliahan dan pengembangan diri melalui organisasi, mahasiswa mampu menjadi iron stock untuk meneruskan perjuangan
dan cita-cita pendiri bangsa. Organisasi mahasiswa pada hakikatnya adalah
sekumpulan mahasiswa-mahasiswa yang memiliki lumbung pemikiran-pemikiran yang
tajam bagi perkembangan organisasi yang mereka ada didalamnya. Organisasi
mahasiswa juga seharusnya mampu mengelola pemikiran-pemikiran tajam anggotanya
itu untuk kemudian termanefestasikan menjadi salah satu pengaruh perkembangan
organisasi mahasiswa itu sendiri.
Disetiap
organisasi, perbedaan pendapat dan prinsip antaranggota menjadi sebuah hal yang
lumrah terjadi dalam sebuah dialektika.
Perbedaan pendapat dan prinsip antaranggota ini pada dasarnya bermanfaat bagi kebaikan
organisasi, karena semakin banyak buah pemikiran antaranggota dalam dialektika
itu maka semakin banyak pula inovasi dan inspirasi yang ditampung menjadi
landasan perkembangan organisasi mahasiswa itu sendiri. Namun, tidak sedikit
pula perbedaan dan prinsip ini menjadi sebuah pemantik masalah antaranggota
yang berpengaruh langsung maupun tidak langsung bagi kemajuan organisasi.
Kondisi ini juga sering terjadi diberbagai organisasi kemahasiswaan, baik di
organisasi internal maupun eksternal kampus. Masalah seperti ini sering juga
menjadi sebuah manifestasi kearah perbaikan organisasi atau bahkan kehancuran
organisasi. Hal ini dipengaruhi oleh kesiapan antaranggota organisasi mengelola
masalah itu menjadi sebuah perekat organisasi atau malah sebaliknya.
Kondisi
yang sering pula terjadi adalah kurangnya koordinasi organisasi. Seringkali
dalam sebuah organisasi yang sudah mapan sekalipun, kurangnya koordinasi
antaranggota dan pimpinan menyebabkan kesalahpahaman yang tentu mempengaruhi
turunnya kemajuan dan keberlangsungan organisasi itu sendiri. Koordinasi yang
buruk mengarah pada komunikasi yang buruk pula, padahal komunikasi adalah satu
bagian penting bagi keberlangsungan kehidupan organisasi. Komunikasi yang baik
mampu mengantarkan organisasi melaksanakan program-program kerja sebagaimana
yang telah direncanakan sehingga mampu mendorong eksistensi organisasi itu
lebih baik.
Bagi
berbagai macam organisasi kemahasiswaan, mungkin masalah pengkaderan menjadi
hal yang lebih menarik untuk diperbincangkan. Masalah pengkaderan ini dirasakan
berbeda-beda oleh setiap organisasi oleh karena tingkat animo peminat
organisasi yang berbeda-beda misalnya. Namun pernyataan “Kesuksesan suatu periode
adalah bukan sekedar sukses dimasa jabatannya tapi ketika dapat menghasilkan
(kader-kader) periode yang lebih sukses”. Maka dapat dikatakan, dalam sebuah
organisasi adalah ketika suatu periode dapat dikatakan sebagai masa kejayaan,
namun itu semua tidak ada artinya ketika setelah itu organisasi tersebut
terpuruk atau bahkan bubar karena kelemahan atau tidakadanya kader penerus. Pengkaderan
ini, terkait erat pada pengembangan organisasi. Ketika suatu organisasi dapat
merekrut kader dalam animo besar, memungkinkan jangkauan organisasi tersebut
pada komunitas yang luas, serta hal tersebut merupakan sumber daya yang tidak
bisa diremehkan. Setelah berhasil merekrut kader dalam animo yang besar, jika
tidak dapat memberdayakan, dalam rangka mempertahankan kader-kadernya maka
seringkali kader-kader tersebut akan mengalami seleksi alam. Oleh karena itu
usaha mempertahankan kader sering kali lebih penting daripada rekrutmennya.
Dengan
kompleksitas yang dinamis tadi, setiap organisasi memiliki caranya sendiri
mempertahankan eksistensinya. Memberdayakan kader merupakan satu diantara
sekian banyak cara penting bagi organisasi demi mempertahankan keberlangsungan
hidupnya. Organisasi yang baik bisa memberdayagunakan kadernya diposisi yang
tepat dan strategis sehingga tujuan dari organisasi itu tercapai tentu dengan
kedewasaan dan kesiapan antaranggota menyikapi permasalahan yang hadir dan
komunikasi yang baik sehingga mahasiswa sebagai anggota organisasi dapat mempertajam dan mengembangkan dirinya untuk
menjadi iron stock yang memiliki
kredebilitas dan kapabilitas serta kualitas yang mumpuni untuk meneruskan
perjuangan dan cita-cita pendiri bangsa.
Komentar