Pariwisata dan Ekonomi Berdikari dalam Pusaran Pandemi

Pariwisata adalah bentuk ketergantungan dan ketidakmandirian dalam menumbuhkankembangkan perekonomian negara dan itu menjadi salah satu bukti bahwa kita masih jauh dari kata berdikari.


Apalagi ditengah kondisi pandemi hari ini yang secara langsung mematikan perputaran ekonomi negara disektor pariwisata. Tentu ini menimbulkan kegelisahan bagi kita sebagai masyarakat dan kita juga perlu berharap adanya ide atau gagasan 'gila' untuk menumbuhkan perekonomian.


Tentu pariwisata itu baik tapi jika kita terus bergantung hanya pada satu dan mengagungkannya tentu ini juga tidak tepat. Pemerintah hari ini baik pusat dan daerah seperti lebih menyayangi si pariwisata ini dan menganaktirikan sektor lainnya, secara pribadi saya berpendapat bahwa sektor ketahanan pangan juga perlu menjadi salah satu prioritas paling prioritas. Kepri sebagai daerah kepulauan dan perbatasan tentu harus menjadi garda terdepan dalam mementingkan ketahanan pangan, terutama dalam komoditas hasil lautnya.


Kita tidak menyangkal bahwa dengan 96 persen wilayah laut Kepri dianugerahi begitu besar sumber daya laut yang seharusnya mampu dikelola demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, ditambah lagi sebagai pintu gerbang negara Kepri harus berdikari dalam berbagai hal. 


Untuk itu perlu adanya gagasan dan ide-ide 'gila' dari para pemimpin dan pihak terkait guna mengelola dan melestarikan sumber daya laut tadi menjadi ketahanan ekonomi yang diinginkan.


(MR)

Sabtu, 3 April 2021 di Tepi Laut Tanjungpinang dengan aroma tanah yang dibasahi hujan siang tadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perempuan Dan Politik: Studi Komunikasi Politik Tentang Keterwakilan Perempuan Di Legislatif

Representasi Politik Di Indonesia

Tahun 2024, Momentum Penting Bagi Kaum Muda?