Organisasi mahasiswa kedaerahan; wadah paling seksi dalam pergerakan mahasiswa hari ini?


Organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa untuk mewadahi bakat, minat dan potensi mahasiswa yang dilaksanakan di dalam kegiatan ko dan ekstra kurikuler. Organisasi mahasiswa atau yang dapat disebut juga organisasi kemahasiswaan memiliki fungsi untuk mewadahi kegiatan Mahasiswa dalam mengembangkan bakat, minat, dan potensi Mahasiswa, mengembangkan kreativitas, kepekaan, daya kritis, keberanian, dan kepemimpinan, serta rasa kebangsaan, memenuhi kepentingan dan kesejahteraan Mahasiswa, dan mengembangkan tanggung jawab sosial melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Organisasi ini dapat berupa organisasi kemahasiswaan intra kampusorganisasi kemahasiswaan antar kampus, organisasi kemahasiswaan ekstra kampus maupun semacam ikatan mahasiswa kedaerahan yang pada umumnya beranggotakan lintas atau antar kampus (Wikipedia Indonesia).

Salah satu bentuk organisasi ini berupa organisasi mahasiswa kedaerahan. Organisasi mahasiswa kedaerahan ini merupakan organisasi ekstra kampus yang pada umumnya beranggotakan mahasiswa antar kampus yang berasal dari daerah sama. Di Ibukota Kepulauan Riau saja masing-masing kabupaten dan kota memiliki organisasi mahasiswa kedaerahan seperti, Himpunan Mahasiswa Kota Batam (HMKB), Himpunan Mahasiswa Kabupaten Anambas (HIMKA), Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL), Ikatan Mahasiswa Kabupaten Karimun (IMKK), Himpunan Mahasiswa Kabupaten Bintan (HIMKAB), Himpunan Mahasiswa Kabupaten Natuna (HMKN) dan banyak lagi organisasi mahasiswa dari kecamatan lainnya.

Didalam pergerakan kampus hari ini, organisasi mahasiswa kedaerahan tampaknya menjadi salah satu wadah paling seksi yang banyak diminati oleh kalangan mahasiswa hari ini dan eksistensinya pun tidak kalah dari organisasi pergerakan nasional lainnya seperti organisasi mahasiswa Cipayung plus.

Hal ini dapat kita lihat didalam demokrasi kampus, organisasi mahasiswa kedaerahan kerap kali terlihat secara jelas atau tidak didalam perebutan tampuk kekuasaan organisasi internal kampus bahkan tidak jarang pergerakan organisasi mahasiswa daerah ini terlihat lebih jelas dari organisasi pergerakan nasional mahasiswa Cipayung plus. Selain itu, Organisasi mahasiswa kedaerahan ini memiliki basis kader yang cukup loyal dan militan, hal ini dikarenakan organisasi mahasiswa kedaerahan melakukan pengkaderan atau proses perekrutan mulai dari SLTA dimasing-masing daerahnya untuk menarik dan memantik minat siswa melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi sehingga ini menjadi peluang bagi setiap organisasi mahasiswa kedaerahan untuk merangkul calon kadernya. Selain itu, organisasi mahasiswa kedaerahan juga memberdayakan kadernya secara strategis sehingga proses berjalannya organisasi terlihat dan progresif.

Dengan hadirnya organisasi mahasiswa kadaerahan ini tentu akan menjadi harapan dalam pembangunan bagi masing-masing daerahnya baik sebagai iron stock maupun mitra kritis serta kontribusi organisasi ini pun menjadi lebih positif dan berkesan bagi masing-masing daerahnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perempuan Dan Politik: Studi Komunikasi Politik Tentang Keterwakilan Perempuan Di Legislatif

Representasi Politik Di Indonesia

Tahun 2024, Momentum Penting Bagi Kaum Muda?